MAKNA KEMERDEKAAN

Merdeka, merdeka, merdeka! Hari, 17 Agustus 2021, bertepatan dengan 76 tahun kemerdekaan Indonesia. Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, menjadi saksi bisu kala presiden pertama kita, Soekarno, membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Perjuangan panjang para leluhur dan pendahulu bangsa akhirnya mencapai titik cerah dengan dibacakannya teks proklamasi kemerdekaan tersebut. Kini, 76 tahun setelah proklamasi, apakah kita sudah benar-benar memahami makna dari kemerdekaan Indonesia? Berikut adalah makna-makna kemerdekaan menurut kami :

1)Indonesia Yang Baru

Indonesia yang baru Perayaan kemerdekaan tahun ini harusnya dimaknai dengan membangun pilihan-pilihan untuk masa depan yang lebih baik. Disatu sisi, saat ini, dalam penanganan Pandemi Covid 19, pilihan yang kita miliki, jelas tidak banyak. Namun disisi lain, sambil terus berjuang bahu membahu, kita perlu memikirkan bagaimana Indonesia pasca-Pandemi. Karena setelah pandemi berakhir, kita sudah harus berhadapan dengan sejumlah problematika kompleks. Jangan terjebak dengan pilihan-pilihan yang terbatas, sudah waktunya kita membangun pilihan-pilihan yang baru. Memperbaiki Indonesia tidak lagi memadai dengan upaya internal melalui perbaikan parsial atau sekedar penyesuaian. Kita perlu mengubah Indonesia dengan membuatnya menjadi sesuatu yang baru. (We can’t change Indonesia from within by fitting in or conforming. We need to change Indonesia by creating a new one). Sesuatu yang perlu dilakukan bersama-sama dengan mengesampingkan perbedaan yang selama ini membatasi pilihan kita. Untuk menjadikan Indonesia betul-betul merdeka. Menjadikan Indonesia lebih berdaulat dalam membuat pilihan masa depannya sendiri. Dirgahayu Republik Indonesia yang tercinta. Selamat Ulang Tahun kemerdekaan yang ke-76.

2) Pemersatu Bangsa

Perjuangan demi meraih kemerdekaan Indonesia merupakan usaha kolektif bangsa dari Sabang sampai Merauke. Seluruh lapisan masyarakat dari berbagai ras, agama, suku, dan golongan bersatu dan berjuang atas nama bangsa Indonesia. Perbedaan yang ada dijadikan kekuatan untuk meraih tujuan bersama, yaitu kemerdekaan Indonesia. Dewasa ini, hal ini dapat menjadi refleksi bersama agar tak mudah terpecah belah karena kemajemukan bangsa yang dimiliki bangsa Indonesia.

3) Nasionalisme

Kecintaan para pendiri bangsa terhadap tanah air yang membumbung tinggi menjadi penyulut untuk terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Rasa senasib dan sepenanggungan sebagai bangsa yang tertindas dirasakan oleh masyarakat Indonesia kala itu. Rasa tersebut berkembang menjadi rasa cinta terhadap ibu pertiwi. Rasa nasionalisme ini menjadi penumpas rasa takut dan pesimis yang pada akhirnya menghantarkan bangsa ini ke pintu kemerdekaan. Sebagai generasi penerus bangsa, nasionalisme harus terus tertanam di dalam dada karena untuk membangun negeri ini harus dilandaskan oleh rasa cinta terhadap tanah air.

4)Pilihan masa depan

Dalam konteks kemerdekaan suatu bangsa, frasa “pilihan” yang terkandung di dalamnya tentunya juga terkait sesuatu yang besar. Bukan sekadar untuk mengatasi masalah jangka pendek, frasa “pilihan” digunakan untuk menggambarkan masa depan yang diharapkan. Kemerdekaan, dengan demikian adalah kebebasan, kemampuan, kedaulatan dalam membuat pilihan masa depan yang diharapkan. Sepanjang kita terkungkung dengan pilihan yang terbatas, sesungguhnya kita belum benar-benar merdeka. Tentu saja, pilihan itu dibuat dengan memetakan kondisi yang dihadapi pada saat ini. Karena bagaimanapun, apa yang kita rasakan, alami pada saat ini adalah hasil dari pilihan kita di masa lalu. Apa yang akan terima di masa depan adalah hasil dari pilihan kita pada saat ini. Dengan konstruksi berpikir itu, kita perlu bersama-sama mendeskripsikan masa depan seperti apa yang kita harapkan. Hal-hal apa yang dibutuhkan untuk mewujudkannya. Kita perlu membangun diskursus nasional secara terbuka memetakan hal ini. Diperlukan menggunakan kaidah-kaidah akademis yang handal dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk menarasikan pilihan-pilihan masa depan itu. Dengan menggunakan metodologi yang, dalam batas tertentu, berterima umum (generally accepted), perdebatan yang mungkin muncul dalam diskursus itu akan dapat diarahkan untuk membangun perspektif yang lebih produktif dan konkret. Perspektif yang dihasilkan, bisa jadi bukan dalam bentuk konsensus, tetapi semacam kesepakatan akan substansi. Kesepakatan atas ke mana sebaiknya kita mengarah, yang itu memberi ruang peran dan partisipasi bagi semua pihak, tanpa terkecuali.

5) Kedaulatan

Merdeka berarti Indonesia tak lagi berada di bawah kekuasaan pemerintah negara manapun. Hal ini menjadi penanda bahwa Indonesia merupakan negara yang berdaulat. Menjadi negara yang berdaulat berarti Indonesia memiliki kekuasaan tertinggi untuk mengatur kehidupan seluruh masyarakatnya dan memastikan keadilan serta kemakmurannya. Dengan mandat untuk mengatur masyarakatnya, pemerintah sepatutnya memastikan di masa sekarang tak ada lagi masyarakat yang merasa tertindas.

6) Merdeka secara de facto

Untuk menjadi negara yang merdeka secara de facto berarti negara tersebut diakui kemerdekaannya oleh negara lain berdasarkan fakta yang ada. Proklamasi, yang telah menyatakan bahwa Indonesia akhirnya menjadi negara yang merdeka, menjadi pernyataan kemerdekaan secara de facto. Setelah proklamasi dibacakan, dunia luar pun tahu bahwa ada bangsa yang baru merdeka, yakni Indonesia. Dengan diakuinya kemerdekaan secara de facto, Indonesia dapat mulai menjalin hubungan dengan negara-negara lain.

7) Merdeka secara de jure

Setelah merdeka secara de facto, kemudian Indonesia sebagai negara yang merdeka mendapatkan pengakuan dan dapat menyatakan kemerdekaannya secara de jure, yakni diakui merdeka secara hukum oleh negara-negara lain. Dengan pengakuan kemerdekaan secara de jure yang bersifat tetap, Indonesia dapat menjalin persahabatan antar negara dan membuka peluang lebih untuk pembangunan yang lebih meluas.

8) Perjuangan yang Belum Usai

Setelah merdeka, Indonesia kemudian memiliki tujuan bangsa yang secara formal ada pada Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). Tujuan Indonesia ada pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi “..melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…”

Mari bersama-sama kita jadikan momentum hari kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun ini sebagai pengingat bahwa perjuangan belum usai. Kemerdekaan Indonesia berperan sebagai kunci pembuka gerbang kebebasan masyarakat Indonesia untuk berperan. Pada akhirnya, perjuangan untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia ada di tangan kita, tangan penerus bangsa.

Untuk info pemesanan dan keagenan

Telp./Wa : 0813-1323-0720

Bukalapak : nabawilifeofficial

Shopee : NabawiLife

Shopee Jakarta : Nabawilife_jakarta

Tokopedia : nabawilifeofficial

Sosial Media Kami

Facebook : Nabawilife.id

Instagram : nabawilife.id

Youtube : Nabawilife id

 

Bagikan Postingan Kami Jika Bermanfaat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Produk-produk Nabawilife diracik dari bahan-bahan alami terbaik yang diimport langsung dari sumbernya yang dimana telah lolos uji sertifikasi kehalalan seperti habbatussauda Habbasy, madu, jahe serta diperkaya dengan herbal-herbal Indonesia berkhasiat lainnya.

©2021. Nabawilife. All Rights Reserved.