CARA RASULULLAH MENGHADAPI ISTRI YANG SEDANG MARAH

CARA RASULULLAH MENGHADAPI ISTRI YANG SEDANG MARAH

Marah adalah emosi yang normal. Semua orang bisa marah. Dalam kehidupan rumah tangga, pasti ada saatnya istri marah atau suami yang marah. Agar rumah tangga tetap harmoni, Anda perlu menyikapi marah suami atau istri dengan cara yang tepat. Dalam Islam, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi marah.

Salah satu cara untuk menyikapi suami atau istri yang sedang marah adalah diam. Dalam sebuah riwayat dikatakan:

دووا الغضب بالصمت

“Obati marah dengan diam”.

Dr Aid Al Qorni mengatakan dalam bukunya  “Al Hillu” menyebutkan:

إذا غضب الزوج فلتسكت الزوجة وإذا غضب الزوجة فليسكت الزوج ، وأما غضب فى غضب فجحيم لا يطاق

“Jika suami marah, maka diamlah istri  dan jika istri marah, maka diamlah suami. Karena marah dibalas dengan marah adalah neraka yang tidak tertahankan nyalanya.”

Berdasarkan ayat-ayat di atas, diam adalah cara terbaik untuk meredakan marah. Sebaliknya, jika marah dibalas dengan marah, maka akan bertambah besar dan bisa menimbulkan konflik yang semakin besar. 

Anda tidak akan menemukan jalan keluar saat sedang merah. Karena itu, diamlah sejenak untuk menenangkan diri. Carilah udara yang segar lalu masing-masing segera introspeksi diri.

Nah, jika istri marah ada cara unik yang bisa suami lakukan. Anda bisa meredam emosi istri dengan memijit hidungnya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasululullah.

Beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata, “Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’.” (HR Ibnu Sunni).

Menghindari amarah yang berlebihan memang penting. Karena itu, mengatasi marah dengan pikiran tenang akan lebih baik.

Untuk info pemesanan dan keagenan

Telp./Wa : 0813-1323-0720

Bukalapak : nabawilifeofficial

Shopee : NabawiLife

Shopee Jakarta : Nabawilife_jakarta

Tokopedia : nabawilifeofficial

Sosial Media Kami

Facebook : Nabawilife.id

Instagram : nabawilife.id

Youtube : Nabawilife id

Bagikan Postingan Kami Jika Bermanfaat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email

KRITERIA CALON SUAMI YANG TERBAIK MENURUT ISLAM

KRITERIA CALON SUAMI YANG TERBAIK MENURUT ISLAM

Menikah adalah impian semua orang. Apalagi kalau kita menikah dengan seseorang yang kita cintai dan mencintai kita. Dalam pernikahan tidak hanya mengandalkan mengandakan cinta saja namun banyak sekali faktor yang harus kita pertimbangkan sebelum kita menentukan pilihan kita. Tidak heran apabila banyak diantara kita yang menyeleksi beberapa pria dalam menjalin suatu hubungan. Menikah adalah ibadah terlama kita sepanjang hidup dan seorang suami merupakan pemimpin yang akan membimbing kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT oleh karena itu sangat penting memilih calon suami sesuai dengan syariat Islam.

1)Beragama Islam

Kriteria pertama mencari jodoh dalam islam ialah beragama Islam. Sudah jelas bahwa bagi Anda (wanita) muslimah yang ingin bersuami, maka pilihlah pria yang beragama Islam, sama seperti Anda. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya:

“…Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya…” (Q.S. Al-Baqarah: 221).

Dari ayat tersebut dapat diambil sebuah ibarah (pelajaran) pelajaran bahwa laki-laki muslim masih lebih baik daripada laki-laki musyrik walaupun laki-laki muslim tersebut adalah budak sekalipun dan laki-laki musyrik tersebut menarik hati Anda (wanita).

2)Mandiri dalam ekonomi

Hal ini tentunya berkaitan erat nantinya dengan kehidupan setelah menikah. Karena tentunya setelah menikah tidak sepatutnya lagi bergantung kepada orang tua, sehingga sudah seharusnya memiliki kemandirian dalam hal ekonomi. Kenapa ekonomi? Karena nanti tentunya bukan hanya mandiri dalam hidup untuk membangun rumah tangga dalam islam, tetapi juga mandiri dalam hal membangun rumah tangga yang membutuhkan pembiayaan, seperti makanan, sandang, dan lain sebagainya. Dan kewajiban mencari nafkah adalah kewajiban suami sebagai kepala rumah tangga. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:

“Hai golongan pemuda, barangsiapa diantara kamu ada yang mampu (untuk membelanjai) kawin, hendaklah ia kawin, karena kawin itu akan lebih menjaga pandangan dan akan lebih memelihara kemaluan; dan barangsiapa belum mampu kawin, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu ibarat pengebiri.” (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Dari hadist tersebut dapat diambil ibarah (pelajaran) bahwa laki-laki yang pantas dinikahi ialah laki-laki yang sudah mampu untuk membelanjai kawin. Dalam artian, sudah mampu mencari nafkah dan mandiri dalam segi ekonomi.

 3)Berkepribadian Yang Lembut

Sebagaimana seorang wanita yang kodratnya memang ingin mendapat perhatian dan kelembutan dari seorang pria, maka suami yang baik seharusnya memiliki kepribadian lembut. Kelembutan tersebut bukan hanya untuk memberikan keluarganya (istri dan anak-anaknya) perhatian, tetapi juga lebih kepada kemampuannya dalam mengontrol emosi sehingga tidak mudah marah. Apalagi sampai berlaku kasar kepada keluarganya (istri dan anak-anaknya) karena emosi dan kemarahan tersebut. Jadi, pilihlah suami yang memiliki kepribadian lembut, mampu mengontrol emosinya, sehingga tidak mudah marah, apalagi berlaku kasar karena tujuan pernikahan dalam islam ialah membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warohmah.

4)Suka Berketurunan dan Subur

Sebagaimana nanti Rasulullah akan sangat membanggakan umatnya yang banyak di akhirat kelak sehingga pilihlah suami yang suka “membuat anak”. Walaupun memiliki syahwat yang sehat tetapi tidak gemar berketurunan, maka kebutuhan biologisnya berarti hanya ingin memenuhi kebutuhan setan semata. Selain itu, suka berketurunan sebenarnya merupakan pembeda agama Islam dibandingkan dengan agama lainnya yang membebaskan umatnya untuk hidup tanpa pasangan ataupun anak sekalipun. Sedemikian sehingga dalam memenuhi kebutuhannya pun bisa dilakukan dengan berzina (seks di laur nikah) maupun hubungan sesama jenis. Naudzubillah!

5) Berjiwa Pemimpin

Seperti yang di syariatkan dalam Islam bahwa seorang insan harus bisa menjadi seorang khalifah minimal untuk dirinya sendiri. Sama halnya dalam berumah tangga, jiwa kepemimpinan ini sangat dibutuhkan karena nantunya seorang suami akan memimpin istri dan anak-anaknya untuk mencapai ridho Allah SWT.

Untuk info pemesanan dan keagenan

Telp./Wa : 0813-1323-0720

Bukalapak : nabawilifeofficial

Shopee : NabawiLife

Shopee Jakarta : Nabawilife_jakarta

Tokopedia : nabawilifeofficial

Sosial Media Kami

Facebook : Nabawilife.id

Instagram : nabawilife.id

Youtube : Nabawilife id

 

Bagikan Postingan Kami Jika Bermanfaat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email

MEMILIH CALON ISTRI YANG TERBAIK

MEMILIH CALON ISTRI YANG TERBAIK

Seorang laki-laki muslim yang sudah mapan secara materi,mental dan wawasan hendaklah dianjurkan untuk menikah dan memiliki keturunan.namun,laki-laki muslim hendaklah memilih istri yang terbaik untuk dirinya.berikut adalah kriteria yang harus diperhatikan untuk memilih calon istri yang tepat:

1) Perawan
Rasulullah SAW menganjurkan kepada laki-laki muslim agar memilih perempuan yang perawan sebagai istri, namun bukan berarti melarang laki-laki muslim untuk memperistri perempuan janda.Laki-laki muslim sebaiknya memilih perempuan yang belum pernah pacaran, hindari perempuan yang pernah berpacaran atau gemar berganti pacar. Karena wanita yang sudah pernah berpacaran kemungkinan besar hatinya tidak akan sepenuhnya milik kita.Oleh karena itu, hendaklah memilih perempuan yang masih perawan, jika laki-laki menginginkan suasana mesra dan perhatian sepenuh hati dari istrinya.

2) Kecantikan
Cantik itu relatif, yang penting dalam membangun rumah tangga yaitu bisa membuat suaminya merasa senang dan tertarik akan semangat untuk bersama-sama menjalani kehidupan. Tanpa rasa senang dan terpikat sulit akan menciptakan kemesraan dan keintiman dalam hidup berumah tangga.

“Sebaik-baiknya wanita adalah, ketika kau melihatnya menyegarkan hatimu, ketika memerintahkannya untuk mengerjakan suatu hal menaatimu, dan jika ketika dirimu sedang tidak berada di sisinya dia akan selalu menjaga kehormatanmu dan menjaga hartamu.” (HR at-Thayalisi dalam al-Musnad dan al-Hakim dalam al-Mustadrak).

3) Penyabar
Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11:
“Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim”.

Istri yang memiliki sifat sabar akan memberikan semangat dan dorongan hidup kepada suaminya dalam menghadapi segala macam cobaan, selain itu ia juga dapat menjaga kehormatan suami dihadapan anak-anak dan orang lain.

4) Amanah
amanah dalam islam yaitu tanggung jawab memenuhi kepercayaan orang kepadanya. kelak jika ia sudah menjadi seorang istri, ia akan diberi kepercayaan oleh suaminya dalam segala macam urusan diri dan keluarganya, bahkan seluruh rahasia suaminya maka dari itu seorang istri harus memiliki sifat amanah. Suami bukan hanya mempercayakan harta kekayaan saja, melainkan juga mempercayakan kehormatan dan keamanan anak-anaknya.

5) Walud & Wadud
Walud artinya adalah subur dan bisa memiliki banyak anak, sedangkan wadud seperti yang dinukil oleh Allamah Mufti Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz dalam kitabnya an-Nuqul as-Shihhah dari Imam Ali Syibramalisy adalah perangainya sangat mencintai suaminya. (an-Nuqul/16)

Hal ini dikarenakan Rasulullah SAW bersabda :
“Menikahlah dengan perempuan yang subur dan sangat mencintai suaminya maka sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud dan al-Hakim serta beliau menshahihkannya)

6) Akhlak
Artinya pilihlah perempuan yang memiliki akhlak yang baik. Karena Rasulullah SAW bersabda,

“Berhati-hatilah kamu terhadap khadra` ad-diman (sejenis tumbuhan yang hidup di tempat pembuangan kotoran)”. Beliau ditanya,” Apakah itu ya Rasulullah?”
Beliau menjawab,”Perempuan cantik dari keluarga yang buruk (akhlaknya).”
(HR Al-Daruqutni, Al-`Askari, Ibnu `Addi, Al-Quda`i, Al-Khatib, Al-Dailami dari Abi Sa`id.)

Untuk info pemesanan dan keagenan

Telp./Wa : 0813-1323-0720

Bukalapak : nabawilifeofficial

Shopee : NabawiLife

Shopee Jakarta : Nabawilife_jakarta

Tokopedia : nabawilifeofficial

Sosial Media Kami

Facebook : Nabawilife.id

Instagram : nabawilife.id

Youtube : Nabawilife id

Bagikan Postingan Kami Jika Bermanfaat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email

MENDIDIK ANAK SEJAK DALAM KANDUNGAN

MENDIDIK ANAK SEJAK DALAM KANDUNGAN

Mendidik anak shalih bukan dimulai dari usia kanak-kanak. Namun justru bisa dimulai sejak bayi di dalam kandungan rahim sang ibu.

Ada hubungan yang erat antara sang janin dengan kata-kata dan perilaku kedua orang tuanya.

Ada komunikasi hangat antara sang calon bayi dengan ayah ibunya. Karenanya, ketika sang ayah mengelus perut sang ibu, di ‘dede’ di dalam sana acapkali bergerak-gerak. Tanda menjawab komunikasi erat dengan ayahnya.

ada cara untuk mengenalkan agama Islam kepada bayi di dalam kandungan yang bisa Moms dan Dads lakukan. Lalu, apa sajakah itu? Berikut ini adalah cara-cara yang bisa para orang tua lakukan untuk mengajarkan pendidikan islam sejak dalam kandungan sang ibunda

1) Rajin Membaca Doa
Membaca doa termasuk efek positif. Doa yang dibacakan untuk mendapatkan anak yang saleh dan berkah adalah doa Nabi Zakariya yang terkandung dalam Alquran, berbunyi:

“Ya Tuhanku, beri aku dari sisi Engkau anak yang baik (saleh). Tentunya Engkau adalah pendengar doa,” Surah Al-Imran: 38.

2) Membaca Al-Quran
Biasakan ibu hamil untuk sering membaca Alquran sehingga bayi dalam kandungan bisa mendengarnya.

3) Ajak Bicara
Pada minggu ke-25, janin dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya, begitu pula komunikasi Islam dengan janin dengan cara membelai perut ibu hamil.

4) Menjaga Perilaku
Ini sangat penting dan dibutuhkan selama kehamilan karena moralitas orang tua sangat berpengaruh terhadap moral anak-anak mereka kelak. Terutama wanita hamil, mulai dari sikap, ucapan hingga perilaku harus dijaga.

5) Menjaga Asupan Nutrisi Makanan
Selama bayi berada dalam kandungan, cobalah mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi. Pertama, konsumsilah makanan yang segar dan alami.Usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan dalam kemasan kaleng, karena makanan kaleng biasanya mengandung bahan pengawet dan bahan kimia lainnya.

Untuk info pemesanan dan keagenan

Telp./Wa : 0813-1323-0720

Bukalapak : nabawilifeofficial

Shopee : NabawiLife

Shopee Jakarta : Nabawilife_jakarta

Tokopedia : nabawilifeofficial

Sosial Media Kami

Facebook : Nabawilife.id

Instagram : nabawilife.id

Youtube : Nabawilife id

Bagikan Postingan Kami Jika Bermanfaat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email

CEMBURU MENURUT PANDANGAN ISLAM

CEMBURU MENURUT PANDANGAN ISLAM

Salah satu sumber kebahagiaan dalam berumah tangga adalah memiliki pasangan hidup yang saleh. Dengan kesalehannya Allah berkenan memberikan sentuhan-sentuhan keberkahan yang jauh melampaui dugaan kita. Oleh karena itu, di dalam kehidupan rumah tangga, seorang suami harus menegakkan peraturan kepada istrinya agar berpegang dengan adab-adab yang diajarkan dalam Islam.

Istri dilarang ber-tabarruj, ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan), dan keluar rumah memakai wangi-wangian atau parfum. Sebab, semua itu akan menjatuhkannya ke dalam fitnah. Adanya rasa cemburu merupakan bumbu dalam suatu rumah tangga. Pasangan suami-istri yang tidak memiliki rasa cemburu sama sekali akan membuat hubungan keduanya terasa dingin.

Dalam ajaran Islam, cemburu dipandang sebagai sesuatu yang penting. Sebuah riwayat dari ‘Amar bin Yasir menegaskan pentingnya keberadaan rasa cemburu dari seorang istri. Bahkan, mereka yang tidak memiliki rasa cemburu sama sekali terhadap apa pun yang berlaku atas suaminya diancam tak akan masuk surga. Sebaliknya, seorang suami pun harus memiliki rasa cemburu kepada istrinya.

Dengan perasaan cemburu ini, suami menjaga kehormatan istrinya. Dia tidak membiarkan istrinya bercampur baur dengan lelaki, ngobrol dan bercanda dengan sembarang laki-laki. Ia tidak membiarkan istrinya ke pasar sendirian atau hanya berduaan dengan sopir pribadinya. Salah satu tipe suami yang tercela di hadapan Rasulullah adalah mereka yang tidak peduli dengan istri dan anak-anak mereka.

Lelaki yang tidak punya rasa cemburu. Dalam sejumlah hadis, Rasul menyebut para lelaki itu sebagai dayyuts. Apa itu dayyuts? Dayyuts dalam pengertian Islam yakni suami sudah tidak punya rasa cemburu lagi, baik terhadap istrinya atau keluarganya. Sifat suami semacam ini adalah suami yang tercela sebagaimana disebutkan dalam hadis yaitu hadis Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda: “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad 2: 69).

Cemburu berlebihan?

Dalam buku Tuhfah al-Arusain karya Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri dijelaskan, cemburu merupakan salah satu sifat alamiah dari seorang perempuan (istri). Oleh karena itu, lelaki atau suami pun mesti memahami pasangannya kala dilanda cemburu.

Bagaimanapun, cemburu yang berlebihan pun termasuk perbuatan tercela. Bagaimana mengukur cemburu yang sewajarnya dan eksesif, dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Atik al-Anshari secara marfu’ sebagai berikut.

“Kecemburuan itu ada yang disukai, dan ada yang dibenci Allah. Di antara sikap membanggakan, ada yang disukai dan ada yang dibenci Allah.

Adapun kecemburuan yang disukai Allah ialah cemburu dalam perkara yang mencurigakan, sedangkan cemburu yang dibenci Allah ialah cemburu dalam perkara yang tidak mencurigakan.

Sikap membanggakan yang disukai Allah ialah seseorang yang membanggakan dirinya ketika berperang dan bersedekah, sedangkan sikap membanggakan yang dibenci Allah ialah sikap membanggakan dalam kebatilan.”

Untuk info pemesanan dan keagenan

Telp./Wa : 0813-1323-0720

Bukalapak : nabawilifeofficial

Shopee : NabawiLife

Shopee Jakarta : Nabawilife_jakarta

Tokopedia : nabawilifeofficial

Sosial Media Kami

Facebook : Nabawilife.id

Instagram : nabawilife.id

Youtube : Nabawilife id

Bagikan Postingan Kami Jika Bermanfaat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email

Produk-produk Nabawilife diracik dari bahan-bahan alami terbaik yang diimport langsung dari sumbernya yang dimana telah lolos uji sertifikasi kehalalan seperti habbatussauda Habbasy, madu, jahe serta diperkaya dengan herbal-herbal Indonesia berkhasiat lainnya.

©2021. Nabawilife. All Rights Reserved.